21 Januari 2019

by on

Tetes air mataku mengalir membasahi pipi. Buru-buru aku usap supaya tak ada yang melihatnya. Aku sudah lama menginginkan sepatu yang casual. Tapi aku belum sempat untuk membeli. Terkadang uangnya sudah terkumpul tetapi tidak ada waktu untuk membelinya. Atau sebaliknya, terkadang ada waktu untuk pergi ke mal atau toko sepatu, tetapi uangnya terpakai untuk keperluan lainnya. Aku tak pernah memberi tahu jika menginginkan sebuah sepatu.

16 Januari 2019 aku membeli sebuah sepatu secara online dari temanku. Kebetulan ada yang suka dan benar-benar membutuhkan. Setelah memilih dengan pertimbangan Ibu, akupun langsung transfer. Tak beberapa lama, ibu mendekatiku dan menyodorkan uang,

“Nak, ini untuk sepatu yang kau beli tadi. Ini hadiah ulang tahun untukmu. Tanggal 21 Januari 2019 kamu pakai ya.” kata Ibuku.

Subhanallah… Aku tak bisa berkata apapun, bingung. Dan ibupun tersenyum, jangan bingung ayo simpan uang ini. Ternyata Ibu selalu ingat kapan aku ulang tahun dan memberiku hadiah.

19 Januari 2019 sepatu yang aku beli pun datang. Hatiku berbunga-bunga senang sekali. Kutunjukkan pada Ibuku.

21 Januari 2019 pagi.

Ibu menghampiriku. Beliau meminta maaf, tidak bisa memberikan hadiah apapun di hari ulang tahunku. Akupun terperanjat. Lho bu, yang di dalam kardus biru bertuliskan adidas itu kan sudah hadiah dari Ibu. Ibu tersenyum dan mengatakan bahwa itu hanya hadiah kecil dan tidak bisa membelikan lainnya.

Astaghfirullah, hadiah terindah bagiku adalah senyum kebahagian dan kesehatan dari kedua orang tuaku. Aku tidak mengharapkan lainnya. Doa restu mereka dalam setiap langkahku adalah yang utama. Tanpa doa restunya terasa hampa aku melangkahkan kaki.

Terimalah sembah sujud anandamu ini. Mudah-mudahan panjang umur dan diberi kesehatan. Aamiin…

 

 

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.